A. Pengertian
Arti Definisi Struktur Organisasi
Struktur Organisasi
adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi
yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan
kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi
menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang
satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi
dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan
hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa.
B. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Organisasi
A.
Tujuan
Visi,
misi dan tujuan yang jelas akan membantu team dalam bekerja. Namun
hal tersebut belum cukup jika visi, misi dan tujuan yang ditetapkan
tidak sejalan dengan kebutuhan dan tujuan para anggota.
B.
Tantangan
Manusia
dikarunia mekanisme pertahanan diri yang di sebut “fight atau
flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara
nalurimanusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi
tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak
kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencapai
kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan
motivator.
Namun demikian tidak semua pekerjaan selalu
menghadirkan tantangan.Sebuah team tidak selamanya akan menghadapi
suatu tantangan. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya memberikan
suatu tugas atau pekerjaan yang menantang dalam interval. Salah satu
criteria yang dapat dipakai sebagai acuan apakah suatu tugas memiliki
tantangan adalah tingkat kesulitan dari tugas tersebut. Jika terlalu
sulit, mungkin dapat dianggap sebagai hal yang mustahil dilaksanakan,
maka team bisa saja menyerah sebelum mulai mengerjakannya.
Sebaliknya, jika terlalu mudah maka team juga akan malas untuk
mengerjakannya karena dianggap tidak akan menimbulkan kebanggaan bagi
yang melakukannya.
C.
Keakraban
Team
yang sukses biasanya ditandai dengan sikap akraban satu sama lain,
setia kawan, dan merasa senasib sepenanggungan. Para anggota team
saling menyukai dan berusaha keras untuk mengembangankan dan
memelihara hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal menjadi
sangat penting karena hal ini akan merupakan dasar terciptanya
keterbukaan dan komunikasi langsung serta dukungan antara sesama
anggota team.
D.
Tanggung jawab
Secara
umum, setiap orang akan terstimulasi ketika diberi suatu
tanggungjawab. Tanggungjawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas
untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Team yang
diberi tanggungjawab dan otoritas yang proporsional cenderung akan
memilikimotivasi kerja yang tinggi.
E.
Kesempatan Untuk Maju
Setiap
orang akan melakukan banyak cara untuk dapat mengembangkan
diri,mempelajari konsep dan ketrampilan baru, serta melangkah menuju
kehidupan yang lebih baik. Jika dalam sebuah team setiap anggota
merasabahwa team tersebut dapat memberikan peluang bagi mereka untuk
melakukanhal-hal tersebut di atas maka akan tercipta motivasi dan
komitment yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan
pribadi memberikan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan
harga diri.
F.
Kepemimpinan
Tidak
dapat dipungkiri bahwa leadership merupakan faktor yang berperan
penting dalam mendapatkan komitment dari anggota team. Leader
berperan dalam menciptakan kondisi kondusif bagi team untuk bekerja
dengan tenang dan harmonis. Seorang leader yang baik juga dapat
memahami 6 faktor yang dapat menimbulkan motivasi seperti yang
disebutkan diatas.
G.
Strategi Organisasi
Struktur
organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk
mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan dari strategi
organisasi secara keseluruhan, logis kalau strategi dan struktur
harus terkait erat. Tepatnya, struktur harus mengikuti strategi. Jika
manajemen melakukan perubahan signifikan dalam strategi
organisasinya, struktur pun perlu dimodifikasi untuk menampung dan
mendukung perubahan ini.Sebagian besar kerangka strategi dewasa ini
terfokus pada tiga dimensi -inovasi, minimalisasi biaya, dan imitasi-
dan pada desain struktur yang berfungsi dengan baik untuk
masing-masing dimensi.
Strategi inovasi adalah strategi yang
menekankan diperkenalkannya produk dan jasa baru yang menjadi
andalan. Strategi minimalisasi biaya adalah strategi yang menekankan
pengendalian biaya secara ketat, menghindari pengeluaran untuk
inovasi dan pemasaran yang tidak perlu, dan pemotongan harga.
Strategi imitasi adalah strategi yang mencoba masuk ke produk-produk
atau pasar-pasar baru hanya setelah viabilitas terbukti.
H.
Skala Organisasi
Terdapat
banyak bukti yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah organisasi secara
signifikan memengaruhi strukturnya. Sebagai contoh,
organisasi-organisasi besar yang mempekerjakan 2.000 orang atau lebih
cenderung memiliki banyak spesialisasi, departementalisasi, tingkatan
vertikal, serta aturan dan ketentuan daripada organisasi kecil.
Namun, hubungan itu tidak bersifat linier. Ukuran memengaruhi
struktur dengan kadar yang semakin menurun. Dampak ukuran menjadi
kurang penting saat organisasi meluas.
I.
Teknologi
Istilah
teknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi
output. Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk
mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik menjadi
produk atau jasa.
J.
Lingkungan
Lingkungan
sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau
kekuatan-kekuatan di luar organisasi yang berpotensi memengaruhi
kinerja organisasi. Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi pemasok,
pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok
tekanan publik, dan sebagainya.
Struktur organisasi dipengaruhi
oleh lingkungannya karena lingkungan selalu berubah. Beberapa
organisasi menghadapi lingkungan yang relatif statis -tak banyak
kekuatan di lingkungan mereka yang berubah. Misalnya, tidak muncul
pesaing baru, tidak ada terobosan teknologi baru oleh pesaing saat
ini, atau tidak banyak aktivitas dari kelompok-kelompok tekanan
publik yang mungkin memengaruhi organisasi. Organisasi-organisasi
lain menghadapi lingkungan yang sangat dinamis -peraturan pemerintah
cepat berubah dan memengaruhi bisnis mereka, pesaing baru, kesulitan
dalam mendapatkan bahan baku, preferensi pelanggan yang terus berubah
terhadap produk, dan semacamnya. Secara signifikan, lingkungan yang
statis memberi lebih sedikit ketidakpastian bagi para manajer
dibanding lingkungan yang dinamis. Karena ketidakpastian adalah
sebuah ancaman bagi keefektifan sebuah organisasi, manajemen akan
menocba meminimalkannya. Salah satu cara untuk mengurangi
ketidakpastian lingkungan adalah melalui penyesuaian struktur
organisasi.
Organisasi
dipengaruhi oleh faktor internal yang disebut dengan budaya
organisasi. Selain itu, terdapat pula faktor eksternal yang berdampak
penting pada organisasi.
- Lingkungan eksternal merujuk pada
institusi diluar organisasi atau tekanan luar yang potensial
berdampak pada kinerja organisasi.Dalam kaitan dengan kondisi
demografi, organisasi harus memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan
dengan usia, tingkat pendidikan, jender, lokasi geografi, pendapatan
masyarakat, komposisi keluarga, dan lain-lain
-
Pemerintah juga mempengaruhi organisasi terhadap aturan dan regulasi
yang membatasi organisasi tentang apa yang boleh dilakukan dan apa
yang tidak boleh dilakukan. Aturan-aturan dan regulasi tersebut
meliputi berbagai hal, misalnya regulasi tentang ketentuan upah
minimum pada suatu daerah, perlindungan terhadap lingkungan hidup,
hubungan burah dan majikan, dan berbagai regulasi lainnya.
-
Perkembangan teknologi merupakan dampak yang paling dapat dirasakan
dan berpengaruh terhadap organisasi pada akhir-akhir ini.
contoh
dampak perubahan teknologi tersebut dapat berupa; otomatisasi kantor,
tele conference, pemanfaatan robot untuk mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan organisasi
Perkembangan teknologi yang seperti
ini kemudian mendorong berbagai organisasi dalam dalam berbagai
bidang untuk memanfaatkan teknologi dalam upaya meningkatkan daya
saing dan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan organisasinya
C. Fungsi
Struktur Organisasi
Fungsi
atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi dapat dijelaskan
sebagai berikut :
1. Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota
organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggung
jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada
pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan
kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.
2.
Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur
organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun
hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang
dipercayakan kepada seseorang.
3.
Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur
organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan
dan pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam
melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.
D. Proses
Pengorganisasian
organisasi
itu penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun tidak banyak
orang yang mengetahui dengan pasti proses pengorganisasian itu
seperti apa. Dengan kata lain, proses organisasi itu kurang dipahami
secara baik dan benar karena banyak orang menganggap bahwa organisasi
itu dibangun karena ada orangnya. Padahal banyak hal yang perlu dan
wajib diketahui dalam berorganisasi, termasuk pentingnya mengetahui
proses pengorganisasian.
Tahapan
pengorganisasian adalah sebagai berikut:
1.
Merefleksikan rencana dan tujuan
2.
Menetapkan tugas-tugas utama, yaitu merinci seluruh pekerjaan yang
harus dilaksanakan organisasi agar sesuai dengan visi dan misinya.
3.
Membagi tugas-tugas utama, dimana membagi beban kerja utama ke dalam
aktivitas-aktivitas yang secara logis dan dapat memadai untuk
dilakukan oleh seseorang atau dalam suatu tim.
4.
Mengalokasikan sumber daya dan arahan untuk tugas-tugas, dimana pada
tahapan ini dalam mengkombinasikan antar pekerjaan secara logis dan
efesien serta menetapkan suatu mekanismen untuk mengorganisasikan
antar pekerjaan.
5.
Mengevaluasi hasil-hasil dari strategi pengorganisasian yang telah
dilaksanakan.
Gambar Proses Pengorganisasian
proses
pengorganisasian menurut Ernest Dale dalam Buku Manajemen dari James
A.F. Stoner sebagai berikut :
Memperinci seluruh
pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
Karena organisasi itu dibentuk berdasarkan suatu tujuan, maka kita
harus merinci seluruh pekerjaan yang akan dilakukan agar dalam
proses pencapaian tujuan bisa sesuai dengan apa yang dikerjakan
dalam organisasi.
Membagi pekerjaan
ke dalam aktivitas-aktivitas yang secara logis dan menyenangkan
dapat dilakukan oleh seseorang atau oleh sekelompok orang. Biasanya
dalam organisasi yang telah merinci pekerjaan apa yang akan
dilakukan, organisasi tersebut akan membagi pekerjaan tersebut ke
dalam bidang-bidang tertentu, dengan kata lain yaitu pekerjaan
dikelompokan sesuai kualifikasinya lalu di bagi ke dalam
bidang-bidang dalam organisasi. Bidang-bidang itu yang akan
mengerjakan tugas tersebut.
Mengkombinasikan
pekerjaan anggota organisasi dalam cara yang logis dan efisien.
Setelah dibagi pekerjaan, maka perlu dibagi bagian-bagian atau
divisi-divisi organisasi untuk melaksakan pembagian pekerjaan
tersebut.
Penetapan mekanisme
untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu
kesatuan yang harmonis. Setelah berhasil membagi pekerjaan sesuai
bidang organisasi, maka perlu dilakukan koordinasi antar bidang dan
pengurus organisasi agar mempermudah pelaksanaan pekerjaan.
Terkadang ada suatu bidang dalam organisasi yang akan membutuhkan
sumber daya yang sama atau data yang sama, itulah perlunya
koordinasi.
Memonitor
efektivitas organisasi dan pengambilan langkah-langkah penyesuaian
untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas.
E. Elemen-Elemen
Struktur Organisasi
Ada
enam unsur yang perlu diperhatikan jika ingin merancang struktur
organisasi. Elemen-elemen itu adalah spesialisasi pekerjaan,
departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi dan
desentralisasi, serta formalitas.
1.
Spesialisasi Kerja
Spesialisasi
kerja adalah pembagian tenaga kerja untuk mendeskripsikan sampai
tingkat mana tugas dalam organisasi dipecah-pecah menjadi
pekerjaan-pekerjaan yang terpisah.
Hakikat spesialisasi kerja
adalah bahwa, daripada dilakukan oleh satu individu, lebih baik
seluruh pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi sejumlah langkah, dengan
tiap langkah diselesaikan oleh seorang individu yang berlainan. Pada
hakikatnya, individu-individu berspesialisasi dalam mengerjakan
bagian dari suatu kegiatan, bukannya mengerjakan seluruh
kegiatan.
2.
Departementalisasi
Begitu
kita membagi-bagi pekerjaan lewat spesialisasi kerja, anda perlu
mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan ini sehingga tugas yang sama/mirip
dapat dikoordinasikan. Dasar yang dipakai dalam pengelompokkan
pekerjaan disebut departementalisasi.
Salah satu cara yang populer
untuk mengelompokkan kegiatan adalah menurut fungsi yang
dijalankan.
3.
Rantai Komando
Rantai
komando merupakan garis tidak putus dari wewenang yang terentang dari
puncak organisasi ke eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor ke
siapa.
Anda tidak dapat membahas rantai komando tanpa membahas
konsep komplementer : wewenang dan kesatuan komando.
Wewenang
mengacu kepada hak-hak yang inheren untuk memberi perintah dan
mengharapkan perintah itu dipatuhi.
Asas kesatuan komando membantu
mengamankan konsep garis wewenang yang tidak terputuskan. Kesatuan
ini menyatakan bahwa semua mempunyai satu atasan kepada siapa ia
harus bertanggung jawab.
4.
Rentang Kendali
Pertanyaan
tentang rentang kendali ini sangat penting, karena sangat menentukan
banyaknya tingkatan yang harus dimiliki oleh suatu organisasi.
5.
Sentralisasi dan Desentralisasi
Sentralisasi
adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil pemimpin
atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi.
Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia
sebelum adanya otonomi daerah.
Kelemahan dari sistem sentralisasi
adalah di mana seluruh keputusan dan kebijakan di bawah dihasilkan
oleh orang-orang yang berada di pusat, sehingga waktu yang diperlukan
untuk memutuskan sesuatu menjadi lama. Kelebihan sistem ini adalah di
mana pusat tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul
akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan dan
kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pusat.
Desentralisasi adalah
pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada
orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur
organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi
yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat
memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu
organisasi.
Pada sistem pemerintahan yang terbaru tidak lagi
banyak menerapkan sistem sentralisasi, melainkan sistem otonomi
daerah atau otda yang memberikan sebagian wewenang yang tadinya harus
diputuskan pada pemerintah pusat kini dapat di putuskan di tingkat
pemerintah daerah atau pemda. Kelebihan sistem ini adalah sebagian
besar keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat diputuskan
di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di pusat.
Namun kekurangan dari sistem desentralisasi pada otonomi khusus untuk
daerah adalah euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya
mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta digunakan untuk
mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi karena
sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di tingkat pusat.
6.
Formalisasi
Formalisasi
mengacu pada suatu tingkat yang terhadapnya pekerjaan di dalam
organisasi itu di bakukan. Jika suatu pekerjaan sangat diformalkan,
maka pelaksana pekerjaan itu mempunyai kuantitas keleluasaan yang
minimum mengenai apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan,
dan bagaimana ia harus mengerjakan.
Jika formalisasi tinggi :
-
Terdapat uraian jabatan yang tersurat
- Banyak aturan organisasi
-
Prosedur yang terdefinisi dengan jelas yang meliputi proses kerja
dalam organisasi
F. Bentuk-Bentuk
Organisasi
Dalam perkembangan
untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu
diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah:
1.
ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
Diciptakan oleh
Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang
menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan,
sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang
terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing
dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini
sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya
tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai
Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Memiliki ciri-ciri:
Hubungan antara
atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis
wewenang
Jumlah karyawan
sedikit
Pemilik modal
merupakan pemimpin tertinggi
Belum terdapat
spesialisasi
Masing-masing
kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas
segala bidang pekerjaan
Struktur organisasi
sederhana dan stabil
Organisasi tipe
garis biasanya organisasi kecil
Disiplin mudah
dipelihara (dipertahankan)
Keuntungan-keuntungan
penggunaan organisasi tipe garis adalah :
Ada kesatuan
komando yang terjamin dengan baik
Disiplin pegawai
tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
Koordinasi lebih
mudah dilaksanakan
Proses pengambilan
keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
Garis kepemimpinan
tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan
dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan
dilaksanakan
Rasa solidaritas
pegawai biasanya tinggi
Pengendalian mudah
dilaksanakan dengan cepat
Tersedianya
kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat
pimpinan.
Adanya penghematan
biaya
Pengawasan berjalan
efektif
Kelemahan-kelemahan
organisasi garis :
Tujuan dan
keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan
organisasi
Pembebanan yang
berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
Adanya
kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor,
cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
Kesempatan pegawai
untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif
sendiri
Organisasi terlalu
tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
Kurang tersedianya
saf ahli
Contoh bagan
Organisasi Lini :
2.
ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
Merupakan kombinasi
dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam
kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff
berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data
informasi yang dibutuhkan:
Memiliki ciri-ciri:
Hubungan atasan dan
bawahan tidak bersifat langsung
Pucuk pimpinan
hanya satu orang dibantu staff
Terdapat 2 kelompok
wewenang yaitu lini dan staff
Jumlah karyawan
banyak
Organisasi besar,
bersifat komplek
Adanya spesialisasi
Keuntungan
penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
Asas kesatuan
komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
Adanya tugas yang
jelas antara pimpian staf dan pelaksana
Tipe organisasi
garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada
organisasi besar maupun kecil.
Pengembalian
keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran
dari staf.
Koordinasi mudah
dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
Disiplin dan moral
pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
Bakat pegawai dapat
berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
Diperoleh manfaat
yang besar bagi para ahli
Kelemahan-kelemahan
dari bentuk Organisasi garis dan staf:
Kelompok pelaksana
terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
Solidaritas pegawai
kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
Sering terjadi
persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang
dilaksanakannyalah yang penting
Pimpinan lini
mengabaikan advis staf
Apabila tugas dan
tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf
tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan
wewenang
Penggunaan staf
ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
Kemungkinan
pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan
ketidaksenangan pegawai lini
Kemungkinan akan
terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam
kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan
permasalahan menjadi kompleks.
Contoh bagan
organisasi garis dan staf :
3.
ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
Diciptakan oleh
Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan
macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja
merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Memiliki ciri-ciri:
Pembidangan tugas
secara tegas dan jelas dapat dibedakan
Bawahan akan
menerima perintah dari beberapa atasan
Pekerjaan lebih
banyak bersifat teknis
Target-target jelas
dan pasti
Pengawasan ketat
Penempatan jabatan
berdasarkan spesialisasi
Keuntungan-keuntungan
menggunakan organisasdi fungsional :
Spesialisasi dapat
dilakukan secara optimal
Para pegawai
bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
Produktivitas dan
efisiensi dapat ditingkatkan
Koordinasi
menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan
lancar dan tertib
Solidaritas,
loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama
biasanya cukup tinggi.
Pembidangan tugas
menjadi jelas
Kelemahan-kelemahan
organisasi fungsional:
Pekerjaan
seringkali sangat membosankan
Sulit mengadakan
perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena
pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
Sering ada pegawai
yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh
sulit dan sukar dilakukan
Contoh Bagan
Organisasi Bentuk Fungsional:
4.
ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
Memiliki ciri-ciri:
Tidak tampak adanya
perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
Terdapat
spesialisasi yang maksimal
Tidak ditonjolkan
perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja
Kebaikan organisasi
Lini dan fungsional :
Solodaritas tinggi
Disiplin tinggi
Produktifitas
tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
Pekerjaan –
pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
Sedangkan
keburukannya adalah :
Kurang fleksibel
dan tour of duty
Pejabat fungsional
akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari
satu orang
Spesiaisasi
memberikan kejenuhan
Contoh bagan
organisasi Lini dan Fungsional:
5.
ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
Memiliki ciri-ciri:
Organisasi besar
dan kadang sangat ruwet
Jumlah karyawan
banyak.
Mempunyai 3 unsur
karyawan pokok:
Karyawan dengan
tugas pokok (line personal)
Karyawan dengan
tugas bantuan (staff personal)
Karyawan dengan
tugas operasional fungsional (functional group)
6.
ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)
Organisasi komite
terdiri dari :
Executive Committee
(Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
Staff Committee,
yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf
Memiliki ciri-ciri :
Adanya dewan dimana
anggota bertindak secara kolektif
Adanya hak,
wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
Asas musyawarah
sangat ditonjolkan
Organisasinya besar
& Struktur tidak sederhana
Biasannya bergerak
dibidang perbankan, asuransi, niaga.
Kebaikan Organisasi
komite :
Pelaksanaan
decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan
pemegang saham maupun dewan
Kepemimpinan yang
bersifat otokratis yang sangat kecil
Dengan adanya tour
of duty maka pengembangan karier terjamin
Sedangkan
keburukannya :
Proses decision
making sangat lambat
Biaya operasional
rutin sangat tinggi
Kalau ada masalah
sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab
Sumber: